Anita Heldi

Rabu, 11 April 2012

"Tidak ada pengorbanan yang lebih besar daripada ibumu"

Andaikan satu desa mengatakan bahwa engkau adalah orang jahat hanya seorang ibu berani membela mati-matian, bahwa anaknya itu adalah orang baik

Andaikan engkau itu adalah seorang pencuri, hanya ibumulah yang mengatakan bahwa engkau bukanlah seorang pencuri.

Andaikan engkau mempunyai kesusahan siapa yang lebih peduli? Apakah teman-temanmu? Kekasihmu? Atau kerabat dekatmu? Hanya ibu yang pertama kali yang memperhatikanmu.


Dan Andaikan engkau terkapar sakit, siapa yang memperhatikanmu? Sekali lagi ibumulah yang pertama kali susah.

Maka.. Sejelek-jelek apapun ibumu, dia rela berjuang mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan dan memberikan air susunya untuk membesarkanmu.

Sejahat-jahat ayahmu, dia pernah mencucurkan peluh keringatnya untuk memeberikan sesuap nasi kepadamu.

Maka ingatlah wahai saudaraku jangan kau sia-siakan ibu dan ayahmu, suatu saat engkau akan menyesal, walaupun sekarang tidak kau rasakan. Betapa sakitnya dan betapa pilunya ketika ia sudah tidak disampingmu lagi dan engkau ditinggalkan untuk selama-lamanya.

Berbaktilah pada ibumu, ibumu, ibumu, lalu ayahmu, berikan senyuman terindah untuk mereka berdua..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar