Andaikan engkau itu adalah seorang pencuri, hanya ibumulah yang mengatakan bahwa engkau bukanlah seorang pencuri.
Andaikan engkau mempunyai kesusahan siapa yang lebih peduli? Apakah teman-temanmu? Kekasihmu? Atau kerabat dekatmu? Hanya ibu yang pertama kali yang memperhatikanmu.
Dan Andaikan engkau terkapar sakit, siapa yang memperhatikanmu? Sekali lagi ibumulah yang pertama kali susah.
Maka.. Sejelek-jelek apapun ibumu, dia rela berjuang mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan dan memberikan air susunya untuk membesarkanmu.
Sejahat-jahat ayahmu, dia pernah mencucurkan peluh keringatnya untuk memeberikan sesuap nasi kepadamu.
Maka ingatlah wahai saudaraku jangan kau sia-siakan ibu dan ayahmu, suatu saat engkau akan menyesal, walaupun sekarang tidak kau rasakan. Betapa sakitnya dan betapa pilunya ketika ia sudah tidak disampingmu lagi dan engkau ditinggalkan untuk selama-lamanya.
Berbaktilah pada ibumu, ibumu, ibumu, lalu ayahmu, berikan senyuman terindah untuk mereka berdua..


Tidak ada komentar:
Posting Komentar