Iya , sama seperti kalian..aq juga manusia yang pernah patah
hati…bahkan bgitu kuat,,,hingga kujadikan dendam dan kebencianku sebagai
kekuatan untuk aq segera bangkit… Iya…Bahkan atas nama ‘rasa cinta’
yang terpadu dengan deru-dendam itu kujadikan ‘sosok’ yang mencabut
namaku dari hatinya itu sebagai target yang cepat atau lambat harus kukalahkan, kemudian kulampaui dan itu pasti!!!…dan aq sama seperti kalian, pernah ditinggalkan disaat hati dipenuhi dengan semarak warna cinta…
Iya…aq mengerti rasa itu…seperti candu yang telah terserap dalam sunsum tulang dan aliran darah…
Iya…seperti ketergantungan yang tak terobati lagi…
Iya…seperti hidup yang tak memiliki pengharapan…
Tapi percayalah!!! bagaimana mungkin seorang pria sepertiku yang disetiap detik, disetiap detak jantung dan disetiap hembusan nafasku selalu dipenuhi restu ibu bisa terkalahkan???
Bagaimana mungkin seorang pria sepertiku yang disetiap waktunya di tetesi darah dan keringat ayah dan ibuku, yang disetiap tetes keringat dan darahnya itu mengandung zikir, doa dan rasa cinta yang tulus, bisa dengan bgitu mudah menyerah???
Iya…Di kemudian hari, Aq bersusah hati mengapa aq tak pernah benar2 mengenal ‘arti cinta’??? hehe
Hingga aq sampai di titik ini…
Dengan rasa ‘manusia’ku, dan demi penghormatan akan keindahan cinta…
Aku mengampuni masa laluku, merasa ditinggal dan dibiarkan hancur…
Aku menghancurkan seluruh dendamku dan membiarkannya lebur tertiup angin diangkasa…
Aku kemudian berterima-kasih…bahwa dalam bagaimanapun bentuk dan wujudnya (kecewa, senang, duka, bahagia…), rasa cintalah yang membentukku menjadi manusia yang utuh…
Pribadi yang merasa memiliki banyak warna dalam hidupnya,
Dan Seorang Pria yang benar2 belajar untuk dicinta dan mencintai…
-Singkawang, 25 Februari 2011 ‘Fery Gunawan Gilang’-
(Salam Penghormatan Untuk Para Pencinta dan Dicinta, Semoga benar2 msih cukup waktu kita untuk berkenalan dan bercengkrama lebih lama dengan ‘rasa cinta’ itu)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar